Saturday, 15 September 2012


Kebanyakan kawan-kawan bila ditanya, masak mengikut selera suami atau selera anak-anak, akan mengatakan selalunya mereka akan masak mengikut citarasa anak-anak.

Mungkin itulah yang dinamakan kasih ibu membawa ke syurga.

Namun tatkala kita menjalankan peranan sebagai seorang ibu, janganlah sampai kita lupa yang kita juga bertanggungjawab sebagai seorang isteri kepada suami kita.

Pengalaman sebagai isteri sepatutnya telah menjadikan kita 'master' dengan tekak dan kehendak suami. Terpulang kepada kebijaksanaan kita untuk menyesuaikannya dengan selera anak-anak.

Ingatlah, suatu masa nanti anak-anak akan melangkah keluar rumah mengikut pasangan masing-masing untuk membina keluarga sendiri.

Suami kita lah yang akan menjadi teman setia kita di usia senja. Kita dan suami kita itulah yang akan saling mejaga sakit pening dan keperluan bersama hingga ke hujung nyawa.....insya Allah.



Isteri menjadi queen control dengan tujuan menguasai rumahtangga berdepan dengan risiko derhaka pada suami. derhaka hukumnya berdosa.

Namun dalam kebanyakan keadaan isteri perlu bertindak begitu kerana kegagalan suami menjalankan tanggungjawab terhadap agama dn keluarga.

Isteri menjadi queen control disebabkan beberapa masalah berpunca daripada suami itu sendiri :

1. Isteri perlu mengambil alih peranan suami sepenuhnya sebab suami gagal berperanan sebagai ketua keluarga

2. Isteri bertindak mengawal segala tindak tanduk suami sebab suami pernah mengabaikan tanggungjawab sebagai ketua keluarga

3. Suami yang gagal mengawal dan memimpin isteri hingga membiarkan diri dikawal sepenuhnya oleh si isteri

Seorang suami hendaklah ada ilmu, mampu mengawal diri dan mengamalkannya.

Suami yang mahu dihormati anak isteri hendaklah patuh kepada Tuhan untuk meningkatkan harga diri.

Suami perlu menghargai diri sendiri, baharulah ahli keluarga nya akan menghargainya sebagai ketua keluarga.


Duit isteri bekerja adalah 100% haknya mengikut undang-undang.

Dia boleh simpan atau 'shopping' sakan dengan duit itu tanpa perlu meminta keizinan suami.

Tetapi sekiranya isteri yang bekerja dan membantu suaminya di dalam urusan rumahtangga, berkongsi wang pendapatan untuk membayar bil-bil dan sebagainya, isteri mendapat pahala orang-orang yang bersedekah.

Isteri hanya boleh keluar berkerja setelah mendapat izin suami tetapi dia tak perlu keizinan suami untuk berbelanja.

Tetapi walaupun tak perlu keizinan suami, isteri hendaklah hormat kepada suami. Sebagai tanda hormat kepada suami adalah lebih baik isteri minta izin dan bagitau suami.


Mana-mana lelaki yang dah berhajat nak menamatkan zaman bujangnya hendaklah mulai mengatur langkah agar memiliki 3 kunci dan 3 ras sebelum 'ada bran' menyunting bunga di taman orang.

1. KUNCI rumah, KUNCI pejabat dan KUNCI kereta
- kena ada rumah, ada kerja dan ada kereta waima kancil

2. beRAS, waRAS dan keRAS
- kena mampu beli beras sekurang-kurangnya untuk bagi
makan anak isteri
- waras dan keras.....fikir-fikiralah sendiri, anak-anak,
bapak-bapak (datuk-datuk)


KOREA : image-obsessed society

KOREA : image-obsessed society (8 photos)

In Korea, there are mirrors everywhere. They even have a mirror hanging in every classroom, on the teacher's (female) desk. Female students often have small compact mirrors on their desks. During class they'll be staring at themselves.

Young women in the subway do the same thing, in front of whoever, wherever, and sometimes if they don’t have a mirror, they’ll take pictures of themselves on their phones in order to touch up their makeup.

Most Korean women appear to have what is known as a “double eye-lid,” even though according to The New York Times article about plastic surgery in Korea only one in five women is actually born with one.

There’s no mystery to why this is–South Korea has the highest rate of cosmetic plastic surgery in the world. Plastic surgery has become so commonplace in this image-obsessed society that it’s talked about openly among co-workers, mothers buy their daughters surgeries as gifts, and young women grow up thinking they’ll never find love or career success if they don’t fix their faces.

We are used to hearing the stereotype that Americans are superficial and beauty-obsessed, and yet, Korean societies high-standards of beauty and the extremes to which they’ll go to achieve that beauty blow those stereotypes straight out of the water.

Most Korean girls believe that she needed a better look in order to be able to succeed in business and find a husband.

A Korean man who recently got a nose job explained that his nose was his “insecurity” and that he felt that he would feel more confident after his surgery.

In Korea, education is everything. Korean students study for hours each day, and most attend a private school after leaving their regular public school for the day. But this atmosphere makes for an extremely competitive process to enter universities and to find jobs, and this is where many Korean women think that having surgery and beautifying themselves will give them an advantage.

But in the end, who can blame them? They have their K-pop stars, friends, media and even their mothers telling them that this is the way they can set themselves apart from the pack.

Miss Korea's Plastic Surgery Scandal

Miss Korea's Plastic Surgery Scandal

Recently crowned Miss Korea 2012, Kim Yu-mi, openly admitted to having gone under the knife in order to achieve her pageant-winning good looks.

After high school photos of the now 21-year-old Kim surfaced on the internet, scandal ensued. The delicate beauty is only a shadow of her former self, the images of the much younger Kim little resembling who she is today.

“I was shocked that the papers made it out like I claimed to have been a natural beauty,” she told a tvN entertainment show.

“I never once said that I was born beautiful.” Kim said she never intended to hide she had plastic surgery, and although she understands there are some people who will be disappointed, she wants to look forward.

“From now on, I hope to make a name for myself for my inner beauty rather than my outer beauty,” said Kim, who is currently taking a yearlong break from studying film at Konkuk University.

The coveted title of Miss Korea 2012 was awarded to Kim Yu-mi at the annual beauty pageant held at Kyung Hee University in Seoul.

The 22-year-old film studies major at Konkuk University was all smiles in her golden gown as she was given the crown by last year’s winner Lee Seong Hye, the Korea Times reported.

And unlike last year, when Korean American Soo Jung “Crystal” Kim took second runner-up, no Korean Americans were among the six runners-up.

New York, Los Angeles and a handful of other major American cities typically send representatives to compete in the Miss Korea pageant every year.

The new Miss Korea, who reportedly enjoys reading books and listening to music as well as playing the piano, will represent Korea at the Miss Universe pageant in 2013.

Thursday, 13 September 2012


An apple a day plus a veggie-intensive diet are the stars of new cancer prevention studies.

A chemical in apples helped prevent colon cancer in laboratory and animal studies, reports lead researcher Francis Raul, PhD, research director of the French National Institute for Health and Medical Research in Strasbourg, France.

Three or more servings of vegetables a day -- potatoes not included -- reduced risk of non-Hodgkin's lymphoma by 40%, says lead researcher Linda Kelemen, RD, ScD, with the Mayo Clinic College of Medicine. 

** Non-Hodgkin's lymphoma occurs when cells in the lymph nodes -- small organs that help fight off infection -- divide and grow out of control.

"It's been estimated that up to one-third of cancers are related to food we eat. ... That's a lot of preventable cancers," Kelemen said in a news teleconference held today. Antioxidants in fruits and vegetables protect the body from damaging free radicals "like rust-proofing your car."

Apples and Cancer Prevention

In the apple studies, Raul first exposed cancer cells to various antioxidants found in apples. They found that one type of antioxidant, called procyanidins, triggered a series of cell signals that resulted in cancer cell death.

The finding "suggests that eating the whole apple, including the skin, might offer some [cancer prevention] benefits," says Raul.


Epal kaya dengan polifenol, antioksidan dan phlorizin-a fitonutrien serta Vitamin A, B dan C,  pektin & asid D - glucaric, zat tanin, flavanoids dan phenolic acid.

Antara khasiat yang terdapat di dalam buah epal :

Menjaga kesihatan paru-paru

Mencegah sel kanser paru-paru, usus dan prostat

Mencegah penyakit jantung

Melambatkan menopause

Menjaga daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas

Menurunkan berat badan

Menjaga kesihatan gigi

Mencegah batu hempedu

Menurunkan kadar kolesterol buruk ( LDL) 

Meningkatkan kolesterol baik (HDL)

Mengurangi peradangan pada saluran pernafasan (asma)

Menambat nafsu makan 


Masyarakat Cina percaya kebanyakan buah-buahan mempunyai makna tersendiri 


Epal :
-  untuk meraih kejayaan, keamanan, keharmonian, silaturahim, kemewahan, limpahan hasil dan kekuatan.
Pear :
-  untuk tuah, perniagaan yang baik dan kekayaan.

Oren :
-  dan limau mandarin untuk menjana dan mengumpul kekayaan.

Anggur :  
-  untuk membanyakkan keturunan.

Buah-buhan berwarna hijau untuk menambah tenaga dan kesihatan (seperti epal hijau, kiwi dan anggur).

Buah-buahan berwarna merah untuk menambah kekayaan, tenaga dan kesungguhan (epal merah, anggur merah dan manggis).

Buah-buahan berwarna hitam untuk kepintaran dan kreativiti (anggur hitam dan beri hitam).

Buah-buahan berwarna kuning untuk mengumpul kekayaan.


Ambilah peluang bersedekah sementara kita masih diberi peluang bernafas di bumi Allah ini. 

Jika berat hati untuk mengeluarkan not sepuluh ringgit, kalau not lima ringgit pun terlalu besar untuk disedekahkan, pupukkan hati dengan bersedekah wang RM1 sebagai 'baby steps' kita.

'Remind' diri kita bahawa setiap sen yang kita sedekahkan itu akan masuk ke dalam 'bank' akhirat untuk kehidupan kita yang kekal di sana kelak. 

'Remind' diri kita, amaran agar kita bersedekah dengan rezeki yang kita terima itu datangnya daripada yang Maha Pencipta, Allah S.W.T.  sebagaimana firmanNya dalam ayat 10 surah Al-Munafiquum yang kira-kira bermaksud :

“Dan belanjakanlah ( dermakanlah ) sebahagian dari rezeki yang 
Kami berikan kepada kamu sebelum sampai ajal maut seseorang dari kamu, ( kalau tidak ) maka ia ( pada saat itu ) akan merayu dengan berkata :  Wahai Tuhanku! Alangkah baiknya jika Engkau lambatkan kedatangan ajalku sekejap lagi, supaya aku dapat bersedekah dan dapat pula aku menjadi dari orang yang soleh”
'Remind' diri kita, tidak jatuh miskin orang yang bersedekah

Tuesday, 4 September 2012


Legoland Malaysia is a theme park scheduled to open in Nusajaya, Johor, Malaysia on September 15, 2012 with over 40 interactive rides, shows and attractions. It will be the first Legoland theme park in Asia upon its establishment. 

Nusajaya is located near to the 2nd link bridge to Singapore which is only 5 minutes drive away.

LEGOLAND® Malaysia is open most of the day in 2012 from 10 am until 6 pm. Longer opening hours apply on weekends, during school and public holidays. Attractions (except MINILAND) are closing one hour prior to park closing-time. Restaurant and shop hours may vary due to visitor appearance.

Experience the diversity in LEGOLAND


See the world from Gulliver's perspective in MINILAND, the centerpiece of every LEGOLAND® Park.


Waving flags and two towers mark the entrance area to LEGOLAND® Malaysia.


The place to be for all those who are fascinated by research and experimentation.


In LEGO® TECHNIC everything is faster, bigger and even more action-packed.


A suspension bridge takes you inside the giant castle, the trademark of LEGO® KINGDOM.


This area of the park is hidden in the jungle, surrounded by wild animals and fantastic creatures.


Aircraft and boats are waiting for your command here at the airport and harbour.

Wednesday, 11 July 2012


‘Ainul Mardhiah’ merupakan seorang bidadari yang paling cantik di kalangan bidadari-bidadari yang lain. 

Suatu pagi (dalam bulan Ramadhan) ketika Rasulullah SAW memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan para Sahabat untuk berjihad pada agama Allah) Baginda berkata: 

” Sesiapa yang keluar di jalan Allah, kemudian tiba-tiba dia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik di kalangan bidadari-bidadari Syurga".

Mendengar berita itu salah seorang Sahabat yang usianya sangat muda teringin sangat nak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut, tetapi beliau malu hendak bertanya kepada Nabi kerana kehadiran para sahabat-sahabat yang lain. Namun beliau tetap menyerahkan namanya sebagai salah seorang yang akan keluar berjihad. Sebelum Zohor Sunnah Nabi akan tidur sebentar (disebut juga sebagail Qailullah) maka sahabat yang muda tadi juga turut tidur bersama jemaah tadi.

Dalam tidur tersebut Sahabat yang muda tadi bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah, dia bertemu dengan seorang lelaki yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri-seri lalu dia bertanya, “Di manakah saya berada sekarang?” Lalu lelaki itu menjawab, ” inilah Syurga.”

Pemuda tadi menyatakan hasratnya untuk berjumpa dengan ‘Ainul Mardhiah, lalu dia ditunjukkan untuk menuju ke suatu arah. Beliau pun berjalan hingga bertemu dengan suatu pohon dan beliau mendapati kehadiran seorang wanita yang amat cantik, belum pernah dia melihat kecantikan sebegitu di dunia ini.

Dia memberi ucapan salam kepada wanita tadi dan bertanya,” Adakah saudari Ainul Mardhiah?

Wanita itu menjawab, ” ehh tidak, saya adalah khadamnya, Ainul Mardhiah sedang berada di dalam singgahsana sana”.

Lalu dia berjalan lagi dan memasuki satu mahligai yang cukup indah, di sana dia mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda dari yang pertama tadi sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai.

Pemuda itu memberi salam, kemudian bertanya, “Adakah saudari ini Ainul Mardiah?”

Wanita itu menjawab, ” Maaf, saya bukan Ainul Mardhiah, saya hanya khadamnya di dalam mahligai ini. Ainul Mardiah ada di atas mahligai sana.”

Pemuda itu terus menaiki anak-anak tangga mahligai permata itu, kecantikkannya amat mengkagumkan. Akhirnya dia sampai ke satu mahligai dan dia bertemu seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda cantiknya dari yang kedua, kecantikan yang tak pernah dilihatnya di dunia ini. 

Wanita itu berkata, ” Sayalah Ainul Mardhiah, saya diciptakan untuk saudara dan saudara diciptakan untuk saya. Bila pemuda itu mendekatinya wanita itu menjawab, ” Eh, tunggu dulu, saudara belum syahid lagi!”.

Pemuda itu tersentak dan terus terjaga dari tidurnya. Kemudian dia menceritakan segala-galanya kepada seorang sahabat lain, namun begitu dia berpesan agar tidak menceritakan mimpinya ini kepada Nabi SAW. Andainya dia syahid barulah boleh diceritakan kepada Nabi SAW.

Petang itu pemuda itu ikut serta keluar berperang bersama Rasulullah SAW dan pasukan tentera Islam, ditakdirkan pemuda itu syahid. 

Setelah hampir waktu berbuka puasa semua jemaah pulang ke masjid, mereka bersama-sama menunggu makanan untuk berbuka. Maka kawan sahabat yang syahid tadi telah bangun dan merapati Nabi SAW dan menceritakan perihal sahabat Nabi yang syahid tadi. Rasulullah SAW mengucapkan benar…benar…benar… dalam sepanjang cerita tersebut.

Akhirnya Rasululah SAW berkata ” Memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di Syurga….

Sunday, 8 July 2012


Qada puasa adalah wajib ditunaikan terlebih dahulu sebelum datangnya bulan Ramadhan. Malah puasa sunat juga diharamkan untuk dikerjakan sebelum mengqada’ puasa yang tertinggal sebelumnya.

Sekiranya tidak berkesempatan, maka kita diwajibkan membayar fidyah. Fidyah bererti membayar denda berbentuk beras kepada fakir miskin.

Kadar fidyahnya mudah sahaja, iaitu sehari tinggal puasa bersamaan dengan fidyah secupak beras untuk tahun pertama. Tahun berikutnya digandakan mengikut tahun.

Puasa yang telah ditinggalkan itu tetap wajib diqada’ (diganti), dalam nisbah dan kadar yang sama, iaitu satu hari tertinggal bersamaan dengan satu hari qada’. Jumlah fidyah meningkat mengikut tahun, tetapi bilangan puasa tetap sama.


Aurat lelaki selain waktu bersendiri dan bersama isteri, hanya antara pusat dan lutut sahaja. 

Bagaimanapun hukum itu perlu juga mengambil kira waktu berjalan dan duduk. Apakah ketika itu aurat lelaki tersebut masih terpelihara?

Misalnya memakai seluar pendek sewaktu mencuci kereta, apabila dia mencangkung akan ternampak lututnya. Maka ketika itu dia sudah berdosa. 

Begitu juga bagi mereka yang suka memakai kain pelikat yang digulung sampai ke paras lutut dan kadang-kadang ternampak pusatnya sewaktu terlondeh.

Begitu juga kalau si ayah memakai kain pelakat di dalam rumah bersama anak-anak, lalu pada waktu duduk terselak bahagian lututnya. Ketika itu sudah tentu berdosa kerana aurat lelaki ketika bersama mahram ialah antara pusat dengan lutut.

Hukum lelaki memakai seluar

Harus memakai seluar selagi tidak menampakkan bentuk badan lelaki yang wajib dilindungi (dari pusat sehingga ke lutut).

Dimaksudkan terlindung auratnya ialah tidak menampakkan kembungnya zakarnya (khasnya dibahagian zip), tidak menampakkan bentuk punggungnya (besar atau kecil punggungnya tidak dapat lihat) dan juga tidak menampakkan pahanya (apakah pahanya itu kokoh atau lembik).

Sekiranya seluar yang dipakai itu menampakkan aurat dan bentuknya contohnya menampakkan bentuk zakar yang mengeras maka hukumnya ialah haram.

Nasihat : pakailah seluar dengan melabuhkan baju di luar

Mengenai masalah Isbal (melabuhkan pakaian)

Hukumnya ialah harus melabuhkan pakaian jika ianya dilakukan bukan dan tanpa kerana untuk bongkak atau untuk fesyen.

Ini berdalilkan kepada hadith dari Musa ibn Uqbah dari Salim dari bapanya yang menyebut bahawa baginda rasul bersabda : 

“Barangsiapa yang memakai pakaian dengan bongkak (sombong) maka Allah tidak akan melihat kepadanya di hari kiamat” 

lalu Abu Bakar pun bertanya kepada baginda : "Wahai rasulullah sesungguhnya aku ini berpakaian labuh melebihi mata kaki kerana pakaianku longgar apakah aku termasuk dikalangan mereka yang dijanjikan azab ?" 

Maka dijawab oleh baginda : 

“ Sesungguhnya engkau bukanlah dari kalangan mereka yang membuatnya kerana bongkak (sombong)” (hadith sahih, riwayat Nasaie no. 5335 dan lain-lain).

Hadith-hadith sekitar isbal semuanya menjanjikan azab dengan adanya syarat “خيلاء” iaitu sombong atau bongkak. Lalu ianya dikhususkan dengan wujudnya pembolehan melakukannya dengan tiadanya syarat sombong atau bongkak ini dan disebabkan maslahat seperti halnya perbuatan Abu Bakar as-Sidiq ra.

Namun jika dilabuhkan pakaian baik seluar atau kain atau apa-apa lantaran merasa riya dan seronok seluarnya itu labuh kerana merasa lawa dan cantik maka hukumnya ialah haram.

Ini jelas dilarang dalam islam bahkan nabi menyebut : “ Allah tidak akan memandang mereka yang memakai pakaiannya dengan bongkak” ( hadith sahih riwayat bukhari no. 5783 dan Muslim).



Biasanya orang bermudah-mudah dalam hal aurat bersama ipar duai, sehingga seseorang lelaki itu boleh dibiarkan bersendirian dengan isteri abang atau adiknya. 

Inilah situasi yang dianggap musibah dalam hadis Rasulullah s.a.w. di bawah kerana suasana yang boleh menimbulkan fitnah yang dilarang.

‘Aqabah bin Amir meriwayatkan bahawa Rasullullah s.a.w bersabda yang bermaksud: 

“Awas kalian, jangan berleluasa bergaul bebas dengan perempuan (bukan mahram)." 

Seorang lelaki Ansar bertanya "Ya Rasullullah bagai mana dengan keluarga suami".

Baginda menjawab. 

"Keluarga suami lagi musibah (mati).”

Maksud hadis ini adalah saudara-mara lelaki suaminya kecuali bapa dan anak suami (kerana mereka dikira mahram bagi isteri).

Bagaimanapun harus atau haram melihat anggota seseorang adalah bergantung sama ada boleh mendatangkan fitnah, membangkitkan syahwat atau tidak. Justeru lelaki yang tidak dapat mengawal syahwatnya tidak harus memandang muka wanita yang bukan mahramnya sekalipun muka itu bukan aurat. Dia juga haram melihat wajah lelaki tampan atau lelaki lembut sekiranya pandangan itu meransang syahwatnya.

Jumhur ulama berpendapat bahagian yang harus dilihat sesama mahram adalah anggota yang biasa terdedah ketika bekerja seperti muka, kepala, leher, dan dua tangan hingga ke siku dan dua kaki hingga ke lutut. Selain daripada anggota tersebut tidak harus dilihat kerana tidak ada keperluan untuk membukanya. 

(Lihat huraian lanjut dalam Kitab al Mufassal Fi Ahkami al Mriah oleh Dr Abdul Karim Zaidan Juz 3 halaman 148-234. Terjemahan huraian mengenai aurat daripada kitab tersebut sebahagiannya dapat dibaca dalam link berikut:

Thursday, 5 July 2012


Dua lelaki 'emo' Iraq di Baghdad menghembuskan asap sisha bagi menyembunyikan identiti mereka.

Seperti di negara-negara Islam lain, amalan homoseks dikecam di Iraq. Mereka yang dianggap gay menjadi sasaran diserang atau dibunuh, manakala pelakunya kerap kali terlepas daripada hukuman

DR ASRI : Kesahihan Amalan Dan Fadilat Syaaban

Agama ini bukan diikuti tanpa dipastikan kesahihan, atau diikuti tanpa faham. Agama berpaksikan dalil yang diiktiraf. Sesuatu yang tidak berasaskan sumber yang sah iaitu al-Quran dan hadis-hadis yang sabit (authentic) tidak boleh disandarkan kepada Islam. Dalam masa yang sama, tidaklah pula kita mudah menafikan sesuatu perkara dengan menyatakan ia bukan dari ajaran Islam, sebelum kita benar-benar pasti memang tidak wujud dalil dalam hal tersebut. 

Monday, 2 July 2012


Dari Abu Hurairah r.a : Nabi saw bersabda : 

“Telah datang kepadaku Jibrail pada malam nisfu Syaaban dan dia berkata : 

“Ya Muhammad, pada malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintulah rahmat dibuka. Maka berdirilah dan kerjakan solat lalu angkatlah kedua tanganmu ke langit”. 

Kata saya : Hai Jibrail, apakah erti malam ini?” 

Dia menjawab : “Pada malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat, maka Allah swt mengampuni orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali para ahli sihir, dukun, orang yang suka bermusuhan, peminum khamar, orang yang berbuat zina, pemakan riba, orang yang derhaka kepada kedua orang tua, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan tali persaudaraan, maka sesungguhnya mereka itu tidak akan diampuni sehingga mereka bertaubat dan tidak mengulangi.” (Zubdathul Wa’izhin)

Entri berkaitan :


Petikan dari buku Duratun Nasihin Mutiara Mubaligh :

Berselawat ke atas Rasulullah S.A.W. adalah antara amalan sepanjang bulan Syaaban berdasarkan Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik : 

“Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan laut dari sinar di bawah Arasy, lalu menciptakan satu Malaikat yang mempunyai dua sayap, satu sayapnya di timur dan sayapnya yang lain di barat, sedang kepalanya di bawah Arasy dan kedua kakinya di bawah lapis bumi ke tujuh. Apabila seseorang hambanya membaca selawat untukku di bulan Syaaban maka Allah SWT menyuruh Malaikat itu, supaya menyelam di air “Hidup”. Malaikat itupun menyelam, kemudian keluar dari dalam air serta mengibas-ngibaskan kedua sayapnya, sehingga bertitisanlah air dari bulu-bulu yang sangat banyak sekali. Maka Allah SWT menciptakan dari tiap-tiap titis air itu, satu Malaikat yang memohonkan ampunan bagi orang yang membaca selawat, sampai hari Kiamat.”

Entri berkaitan :

Saturday, 30 June 2012


Najla Mahmud, Isteri kepada Presiden Mesir Pertama Selepas Revolusi, Dr Mohamed Mursi

Pesannya kepada suami :

"Saya tidak akan mengatakan kepada doktor, 'Cukuplah kerja anda sampai di sini' kerana Islam mengajarkan kepada kami untuk sentiasa beramal hingga akhir kesempatan. Ini disebabkan kami beramal kerana Allah. Saya tidak dapat melihat Dr. Mursi tidak beramal. Apabila itu berlaku, justeru saya merasa ada yang aneh padanya. Semoga Allah menolongmu memikul tanggungjawab ini dan memberimu keteguhan dan keredhaan serta menjadikan kami sebagai penolongmu di jalan tersebut".


Sulaiman Al-Rajhi, berusia 80 tahun merupakan seorang dermawan yang terkenal di dunia sekarang, sebenarnya dulu hanyalah seorang rakyat yang miskin. Tetapi beliau telah berjaya mengubah hidup sehingga menjadi jutawan  Arab yang berjaya  dan merupakan pengasas Bank Al-Rajhi, bank Islam terbesar di dunia, dan salah satu daripada syarikat terbesar di Arab Saudi.

Sehingga 2011, majalah Forbes telah menganggarkan kekayaan beliau bernilai sebanyak AS$ 7.7 bilion sekali gus disenaraikan sebagai orang ke-120 yang terkaya di dunia.

Yayasan Saar milik beliau adalah sebuah organisasi amal yang terkenal di negaranya.

Keluarga Al-Rajhi dianggap sebagai salah satu daripada keluarga kaya yang BUKAN daripada keluarga diraja, dan mereka adalah antara dermawan terkemuka di dunia.

Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehinggakan beliau tidak mempunyai sebarang wang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelum ini.

Keadaan tersebut terjadi apabila beliau memindahkan kesemua aset yang dimiliki kepada anak-anak beliau dan mendermakan aset-aset yang selebihnya.

Bagi menghargai jasa beliau terhadap dunia Islam, termasuk mengasaskan bank Islam terbesar dunia dan juga segala usaha yang dijalankan untuk membasmi kemiskinan, Al-Rajhi telah dipilih untuk menerima Anugerah Antarabangsa Raja Faisal atas jasa beliau kepada Islam.

Dalam satu wawancara yang dibuat oleh Muhammad Al-Harbi dari Al-Eqtisadiah Business Daily, Al-Rajhi menceritakan tentang bagaimana beliau mampu meyakinkan ketua-ketua bank di dunia, termasuk Bank of England, hampir 30 tahun lalu, bahawa bayaran ‘faedah’ adalah sesuatu yang haram bagi kedua-dua agama iaitu Islam dan Kristian, dan bank secara Islam adalah penyelesaian yang terbaik bagi menaikkan taraf ekonomi dunia.

Beliau kini sedang memberikan tumpuan terhadap Yayasan SAAR, dengan berulang-alik di negara-negara Arab bagi menguruskan segala hal-hal yang berkaitan dengan yayasan tersebut.

Beliau memulakan tugas harian sejurus selepas solat Subuh dan terus bekerja hingga selepas solat Isyak.

Beliau sering membawa diari kecil untuk mencatatkan aktiviti harian beliau dan sentiasa memastikan tidak akan terlepas dari satu aktiviti pun.

Selain daripada mengusahakan bank Islam terbesar dunia, beliau juga telah mengasaskan ladang binatang ternakan yang terbesar di Timur Tengah.

Daripada segi perladangan, beliau telah menjalankan banyak eksperimen ternakan secara organik di negara-negara Arab, termasuk perladangan udang Al-Laith. Beliau juga turut mengasaskan perniagaan hartanah dan juga beberapa lagi pelaburan.


Sheikh Suleiman, adakah anda kini telah menjadi miskin semula?

Ya. Kini apa yang saya miliki hanyalah pakaian-pakaian saya. Saya telah membahagikan harta saya kepada anak-anak dan juga mendermakan selebihnya untuk menjalankan projek-projek amal. Ini bukanlah sesuatu yang aneh bagi saya. Kedudukan kewangan saya kini telah menjadi kosong sebanyak dua kali dalam hidup saya. Jadi, saya amat faham akan keadaan ini. Namun, kini perasaan itu dipenuhi dengan kegembiraan dan juga ketenangan. Sememangnya saya yang memilih untuk menjadi miskin.

Mengapa berbuat begitu?

Segala kekayaan dimiliki oleh Allah s.w.t, kita hanyalah ditugaskan untuk menjaga kekayaan tersebut. Ada beberapa sebab mengapa saya memilih untuk memilih jalan ini. Antara sebab-sebab utamanya adalah saya perlu menjaga sahabat-sahabat Islam dan juga anak-anak saya. Ia adalah antara perkara yang paling penting dalam hidup. Saya juga tidak suka untuk membuang masa di mahkamah hanya kerana ada antara mereka yang tidak bersetuju dengan jumlah harta yang diwariskan kepada mereka. Terdapat banyak contoh di mana anak-anak mula berpecah hanya kerana harta yang kemudiannya menghancurkan syarikat. Negara ini telah banyak kehilangan syarikat-syarikat besar kerana perbalahan harta yang boleh diselesaikan jika kita mencari jalan penyelesaian yang lebih berkesan. Selain daripada itu, setiap umat Islam perlu bersedekah sebagai bekalan pahala di akhirat kelak, Jadi, saya lebih suka jika anak-anak saya mencari kekayaan sendiri daripada bergantung dengan saya.

Adakah Sheikh mempunyai banyak masa terluang setelah membahagikan kesemua harta?

Seperti yang telah saya maklumkan tadi, saya masih lagi bekerja keras untuk mendapatkan lebih derma. Saya telah bekerjasama dengan pelbagai agensi bagi menjayakan projek ini. Secara kebiasaanya, umat Islam sering membahagikan satu per tiga ataupun suku daripada kekayaan mereka untuk bersedekah yang hanya akan diberikan setelah mereka meninggal dunia. Namun, bagi saya, saya mahu mula bersedekah ketika saya masih hidup. Jadi, saya telah membawa anak-anak saya ke Mekah pada hujung bulan Ramadhan dan memberitahu mereka idea saya. Mereka bersetuju terhadap idea tersebut. Saya telah meminta bantuan daripada agensi-agensi yang berkaitan untuk membahagikan kesemua harta saya termasuk saham dan juga hartanah kepada anak-anak dan juga untuk didermakan. Kesemua anak-anak saya berpuas hati terhadap inisiatif saya dan mereka kini sedang menguruskan segala harta yang saya berikan kepada mereka.

Berapa banyak harta yang dibahagikan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan?

Beliau tergelak tanpa memberi sebarang jawapan.

Apakah perasaan Sheikh terhadap kesemua projek yang sedang dijalankan?

Saya ingin menegaskan bahawa terdapat beberapa faktor yang saya ambil sebelum melakukan sebarang pelaburan. Eksperimen yang saya lakukan terhadap pertukaran wang adalah salah satu daripada sebab mengapa saya mengasaskan bank. Ketiadaan bank Islam juga menjadi antara sebab mengapa saya mula mengasaskan Bank Al-Rajhi, yang kini merupakan bank Islam terbesar di dunia. Saya mulakan eksperimen saya dengan membuka pejabat di Britain dimana kami mula memperkenalkan sistem perbankan Islam ke peringkat yang lebih besar. Eksperimen tersebut kemudiannya mula berkembang dan ia mula mendapat sokongan daripada ulama-ulama Saudi pada ketika itu. Saya masih ingat lagi bagaimana permohonan saya untuk mendapatkan lesen untuk membuka bank tidak diterima pada mulanya. Ini adalah kerana pihak British tidak memahami apa-apa pun tentang sistem perbankan Islam. Saya kemudiannya pergi ke London dan berjumpa dengan Pengurus Bank of England dan dua daripada pegawai kanan beliau. Saya memberitahu mereka bahawa penggunaan faedah adalah haram bagi Islam dan juga Kristian dan kebanyakan daripada mereka sanggup menyimpan wang mereka di dalam kotak di rumah daripada menyimpan di dalam bank. Saya cuba untuk meyakinkan mereka bahawa (jika mereka mula membuka bank Islam) ini mampu menaikkan taraf ekonomi dunia. Mereka akhirnya bersetuju untuk mula membuka bank-bank Islam. Saya kemudiannya mula mengembara ke serata dunia di bahagian Timur dan Barat, dan berjumpa dengan ketua-ketua bank negara di beberapa buah negara dan memberitahu mereka bagaimana ciri-ciri yang terdapat dalam dunia ekonomi Islam. Kami mula bekerja dan mencapai kejayaan di negara-negara Arab dan melaksanakan perbankan Islam di London, saya kemudiannya berjumpa dengan Mufti Besar Sheikh Abdul Aziz bin Baz dan Sheikh Abdullah bin Humaid, dan memberitahu mereka tentang rancangan saya bahawa : ‘Kita mampu, dengan izin Allah, memajukan perbankan Islam. Mereka memuji saya atas inisiatif yang saya jalankan. Dari situlah kami mula mengusahakan Bank Al-Rajhi seperti mana yang anda dapat lihat hari ini. Bagi projek Ladang Ternakan Al-Watania pula, saya mula mendapat inspirasi untuk menjalankan projek tersebut apabila melawat ladang ternakan di luar negara. Saya dapati bahawa cara mereka menyembelih adalah salah. Saya kemudiannya mengambil keputusan untuk melabur dalam bidang ternakan atas nama Islam dan negara. Saya tetap menjalankan projek tersebut walaupun membuat pelaburan dalam industri ternakan adalah sesuatu yang agak berisiko pada masa tersebut. Kini, Al-Watania telah menjadi salah satu daripada projek mega di Saudi. Syarikat tersebut mendapat 40 peratus daripada saham di negara-negara Arab, dan ayam-ayam Al-Watania diberikan makanan yang cukup dan disembelih dengan cara yang halal menurut undang-undang syariah.

Walaupun dengan semua kekayaan yang dimiliki, mengapa syeikh tidak mempunyai satu pun kapal terbang sendiri?

Saya ada banyak kapal terbang, tetapi kesemuanya dimiliki oleh syarikat-syarikat penerbangan tertentu. Saya memilikinya setiap kali saya membayar tiket penerbangan untuk ke satu-satu destinasi (gurauan). Saya sering terbang dengan kadar kelas ekonomi kerana Allah tidak memberikan kita harta untuk ditunjuk-tunjuk.

Bagaimana pula dengan hobi syeikh?

Saya tidak mempunyai sebarang hobi yang khusus. Bagaimanapun, saya suka mengembara di padang pasir. Saya tidak pernah mengambil pakej percutian di negara-negara lain selain dari Saudi.

Ketepatan masa Al-Rajhi

Wawancara ini telah menunjukkan bagaimana disiplin Al-Rajhi dalam menepati masa. “Pada awal karier saya dalam industri, saya mempunyai beberapa perjumpaan dengan beberapa syarikat besar di Eropah. Saya masih ingat lagi kisah dimana saya terlambat selama beberapa minit dalam satu perjumpaan dengan salah seorang pegawai besar sebuah syarikat. Walaupun hanya beberapa minit, beliau tidak mahu meneruskan perjumpaan tersebut. Selepas kejadian tersebut, setelah projek kami mula berkembang, pegawai yang sama pula lambat untuk berjumpa dengan saya, jadi, saya pula yang tidak mahu meneruskan perjumpaan tersebut. Saya sering membawa kertas untuk menulis segala perjumpaan dan urusan dan sentiasa memastikan agar saya sering menepati masa walau apa pun.”

Al-Rajhi berkata lagi: Saya amat menepati segala perkara yang diterapkan dalam Islam sepanjang hidup saya. Saya pernah mendapat undangan daripada kerajaan Arab untuk menghadiri satu persidangan yang berkaitan dengan pelaburan. Kemudiannya, dalam persidangan yang sama, saya dijemput untuk mengambil bahagian dalam majlis makan malam mereka, saya dapati bahawa antara aktiviti yang dijalankan ketika majlis tersebut adalah bertentangan dengan ajaran Islam. Saya kemudiannya keluar dari majlis makan malam tersebut. Kemudian, Abdul Aziz Al-Ghorair dari UAE turut serta bersama saya. Tidak lama selepas itu, menteri yang bertanggungjawab terhadap persidangan tersebut datang kepada kami dan kami mula menerangkan kepada beliau bahawa aktiviti yang dijalankan di majlis tersebut adalah bertentangan dengan budaya Islam. Beliau kemudiannya berkata bahawa aktiviti-aktiviti di majlis tersebut akan dibatalkan. Apabila mereka membatalkan aktiviti tersebut, kami kembali menyertai majlis tersebut.

Penyelesaian Masalah

Al-Rajhi berkata: Pada satu masa, salah satu daripada kilang yang diuruskan oleh anak saya habis dijilat api. Apabila dia datang untuk memaklumkan perkara tersebut kepada saya, saya memberitahu: Sebut Alhamdulillah. Saya meminta anak saya supaya tidak membuat sebarang laporan tentang kerugian yang dialami bagi meminta pampasan daripada pihak berkuasa. Sebaliknya, pampasan yang diberikan oleh Allah adalah lebih penting bagi kita. Assam Al-Hodaithy, Pengurus Kewangan bagi syarikat Ternakan Al-Watania berkata: “Apabila kilang tersebut terbakar, kami telah membuat keputusan untuk tidak menyakiti hati Al-Rajhi dengan memberitahu beliau tentang apa yang terjadi. Kami kemudiannya berjumpa dengan beliau keesokan harinya dan memberitahu akan perkara yang terjadi, beliau mengarahkan kami untuk berpindah ke tempat lain dan membersihkan segala kerosakan sehingga semuanya dibaiki.” Perkara yang sama terjadi di satu lagi projek Al-Watania di Mesir. Syarikat tersebut kerugian kira-kira SR10 juta Pound Mesir. Apabila pegawai projek tersebut menghubungi Al-Rajhi untuk memberitahu perkara tersebut, beliau terkejut apabila Al-Rajhi menjawab dengan menyebut: “Alhamdulillah.”